cinta dari kolam ikan

Gw mau nulis sedikit soal relationship, even though gw bukan expertnya juga dalam hal ini sebenernya . Hampir semua hubungan yg gw bina biasanya kandas sebelum menyentuh tahun ke 3. Kalo bicara siapa yg salah pasti semua orang punya salah ya,so it means gw juga dan pastinya pasangan (mantan) gw juga masing2 punya salah.

Anyway gw sedikit banyak jadi berpikir ,terinspirasi oleh buku yg baru gw baca : ‘eat pray love’ karya Elizabeth gilbert (thanks to tante Elly yg udah minjemin gw buku ini). Dimana hubungan si Liz dan Felipe yg berbeda umur 20 tahun itu hampir dirasakan oleh si Felipe sebagai hubungan antara orang tua dan anak. Mereka berdua gak mau terikat oleh relationship yg menuntut ini dan itu, karena keduanya udah pernah nikah dan kemudian juga bercerai ,sehingga merasa sedikit khawatir untuk menjalin relationship baru dengan segala tuntutan2nya.

Yang bikin gw inspired adalah kata2nya si felipe dalam buku itu yg bilang ( kurang lebihnya ) : mungkin ini adalah tugasku untuk mencintainya dan bukan tugasnya untuk mencintaiku ,seperti hubungan antara orang tua dan anaknya yg baru lahir. Si anak yg baru lahir belumlah mempunyai kemampuan untuk mencintai kedua orang tuanya.

Anehnya beberapa hari lalu di kantor gw yg baru di daerah Pasar minggu (kebetulan kantor gw di dalamnya ada kolam ikan) saat gw mau ngasih makan ikan2 di kolam itu , gw jadi kepikir lagi kata2 ini. Gw yg harus memberikan cinta (dgn mengingat dan memberikan makan) kepada ikan2 kecil itu,atau mereka akan mati karena tidak ada yg perduli. Mereka gak bisa teriak,mereka gak bisa ngomong kalo mereka laper. Jadi adalah tugas gw untuk mengingat bahkan tanpa diminta.

Dan gw jadi teringat dalam suatu film jaman dulu ,dimana ada seseorang yg selalu gagal dalam membina hubungan dengan pacar2nya ,kemudian dia ke psikolog dan si psikolog menganjurkan untuk memulainya dengan memelihara tanaman dahulu ,jika tanaman ini bisa tumbuh dengan baik selama beberapa bulan dilanjutkan dengan memelihara binatang seperti kucing ataupun anjing,dan jika sudah mampu untuk memelihara binatang barulah dia boleh menjalin hubungan dengan manusia (berpacaran lagi)
Kenapa sih si psikolog ini bisa memberikan saran demikian?? Gw selama ini gak pernah mikirin hal tersebut sebelumnya.

Setelah gw pikir2 sekarang ,jawabannya adalah jika kita sudah mampu meluangkan waktu kita (tanpa diminta) oleh pasangan kita untuk menyayangi dan memperhatikan mereka,tentunya hubungan kitapun akan menuju proses dan jenjang yg lebih baik dan bukannya putus di tengah jalan. Latihan2 si psikolog ini menunjukkan hal yg cirinya sama kurang lebih dengan pola dalam relationship. Jika seseorang masih berkutat dengan keegoisan dirinya dan tidak bisa untuk meluangkan waktu untuk orang lain maka sebaiknya orang tersebut jangan dulu menjalin relationship,karena pasti pasangannya akan sakit hati dengan sikap egoisnya tersebut.

Bagaimana bisa tumbuh cinta jika kita masih egois? Cinta adalah pengorbanan,jika tidak mau berkorban jangan katakan cinta kepada seseorang ,karena anda pasti berbohong. Cinta butuh pengorbanan yg ikhlas,seperti menyayangi binatang peliharaan kita atapun tumbuhan yg kita tanam dan pelihara.

Dan saya? Masih harus belajar dari kolam ikan di belakang kantor ini rupanya

N.B : syuting film ‘eat pray love’ sedang dilakukan sekarang ini di bali dengan pemeran utamanya julia roberts ,dan diproduseri juga oleh brad pitt, semoga sefenomenal bukunya juga.

Tags: ,

Leave a Reply