Archive for February, 2007

warna2 hidup

Wednesday, February 28th, 2007

Karena segala sesuatu diciptakan berpasang2an,maka kehidupan ini memang selalu punya dua sisi, tapi terkadang bahkan lebih dari dua lho. orang suka memandang hanya hitam atau putih, padahal ada lho yg namanya abu2 , dan mungkin anda pernah denger atau tahu yg namanya warna merah , biru , hijau, kuning dan warna2 lainnya. hidup itu tidak hanya dikategorikan sebagai ‘baik’ atau ‘jahat’ saja,kita harus fleksibel melihat hidup ini,sehingga tidak terjebak dalam dualisme belaka.

Misalnya saat berdiri diatas suatu jalan kita bilang ini jalan ‘turunan’ ,namun saat berada dibawah kita bilang itu ‘tanjakan’ . tergantung posisi kita saat memandang keadaan tersebut,nah jika anda berada di tengah namanya apa? mungkin ada baiknya kita sebut itu ‘jalan’ saja agar tidak bingung dengan pelabelan.

Saya harus setuju dengan sebuah tulisan yg saya baca bahwa dunia ini sebenarnya diciptakan bukan indah atau jelek atau apapun juga pelabelan kita terhadapnya. dunia ini hanya ‘ada’ .itu saja.  namun karena latar belakang dan situasi serta cara pandang yg berbeda dari setiap orang maka dunia ini jadi berbeda2 juga buat setiap orang yg memandangnya , sangat subjektif kurang lebihnya.

Saya mengamati beberapa hal dalam kehidupan yg sebenarnya netral tapi jadi disalahkan karena cara memandangnya yg kurang tepat.untuk membatasi pembicaraan kali ini maka saya hanya akan membahas beberapa hal saja, yaitu : Umur yg panjang , Harapan , kekayaan ,dan  kepatuhan.mari kita bahas satu-satu .

Pertama ,umur yg panjang;

Hidup di dunia ini punya umur panjang belum tentu bagus lho,  kalo umur panjang tapi jadi penjahat gimana? jadi bukan umurnya yg masalah ,tapi hidup yg seperti apa yg jadi pokok masalah.umur panjang akan jadi bagus apabila dipakai untuk kebaikan,dan akan jadi sangat buruk apabila malah untuk bermaksiat selalu. lalu apakah kemudian umur panjang jadi tidak bagus? tidak sama sekali , tentunya lebih baik panjang umur dong daripada pendek umur?

Kedua, Harapan ;

Harapan dapat menjadi motivator,bahan bakar dan energi untuk maju menyempurnakan diri menggapai cita2 yg mulia, namun seperti juga pisau bermata dua,harapan mempunyai sisi lain yg tak kalah berbahayanya , yaitu harapan dapat membawa kepada kekecewaan , depresi,stres karena keinginannya tidak terpenuhi. lalu daripada kecewa kalau gagal apakah kemudian lebih baik kita berusaha tanpa berharap? sekali lagi jangan terjebak pada pola pikir dualisme belaka , harapan itu perlu,tapi jika hidup masih belum sesuai harapan dengan harapan kita sebaiknya kita ikhlas dan terus berusaha.

Ketiga, Kekayaan ;

Katanya kekayaan membuat seseorang menjadi lupa diri,angkuh ,pelit ,dan semakin rakus ,egois. padahal kekayaan juga dapat membantu dalam kita berkarya dan membantu sesama kita ,bagaimana bisa berkarya kalau gak punya apa2?  bukan kekayaannya yg salah,tapi orangnya yg memakai kekayaan tersebut niatnya untuk apa,itu yg jadi masalah sebenarnya. Dan jangan pula berhenti untuk berusaha jadi orang kaya tentunya, walaupun mungkin banyak orang kaya yg anda kenal sifatnya serakah,dan sombong. silahkan terus berusaha.

Keempat, kepatuhan ;

Apakah seorang istri harus patuh pada suaminya? bukannya nanti diinjak2 katanya,atau malahan suaminya kawin lagi nanti karena istrinya terlalu penurut? hehe. menurut saya kepatuhan pada seorang suami tidak bisa ditawar,karena dalam 1 kapal hanya ada 1 nahkoda,kalau ada 2 nanti jadi kacau dong arahnya? nah masalahnya sebenarnya bukan pada kepatuhan itu sendiri,tapi bagaimana kita mencari suami yg bijaksana,sehingga kepatuhan itu pun menjadi sesuatu yg baik,yg pasti nih kalo suaminya bejad dipatuhin pasti jadi hancur deh kehidupan rumah tangganya. jadi masalah sebenarnya adalah bagaimana cara mencari pasangan yg tepat. dan jangan juga gara2 takut gak dapat suami yg baik lalu memutuskan untuk tidak menikah,soalnya menikah dan berbakti pada suami itu wajib lho hukumnya.

Demikian juga dengan ilmu, teknologi atau banyak hal lainnya,semuanya tergantung niatnya mau dipakai untuk apa. saat inipun anda mau pakai waktu anda untuk apa? demi kebajikan? atau maksiat?  waktu itu netral,tapi cara kita memakainyalah yg membuatnya berbeda.

Hidup ini gak cuma yg enak2 saja dan yg bagus2 saja,semuanya itu baik diciptakan oleh Tuhan dan ada manfaatnya,jadi kita terima saja semuanya ini dengan banyak bersyukur. Yang  pasti buat saya kalian semua adalah unik untuk saya dan sudah sempurna dimata saya,baik yg ramah sama saya maupun yg jahat sama saya, karena kalian semua satu persatu telah menambah satu warna lain dalam kehidupan saya saat ini.

Mudah2an berguna untuk pemikiran kita semua,agar tidak langsung melabeli sesuatu dengan ‘baik’ dan ‘buruk’ begitu saja, sesuatu itu tidak baik atau buruk ,ia hanya ‘ada’ dan menunggu kita memanfaatkannya untuk kemudian mendapatkan pelabelan yg baru dari kita.

Peace and love

HEH

menghargai hal kecil

Sunday, February 25th, 2007

Anda setuju gak jika saya katakan bahwa untuk dapat menghargai hal2 besar maka kita haruslah dapat menghargai hal2 kecil dulu? atau kalau ada yg bilang ‘orang yg cakap pada urusan kecil pasti cakap pada urusan besar’ ,nah ini anda setuju juga gak?

Bagaimana kita bisa menghargai yg besar jika belum mampu menghargai yg kecil?  atau lebih ekstrim lagi saya katakan : jika anda tidak mampu menghargai hal2 kecil dalam hidup anda maka bagaimana anda dapat menghargai hal apapun dalam hidup ini baik yg besar maupun yg kecil?

Saya cuma mau mengajak anda untuk merenung sejenak mencoba menghargai hal2 kecil dalam hidup anda. Anda terlalu menginginkan HP baru,mobil baru dan baju baru dan lain - lain yg baru yg lainnya yg bisa anda beli dengan uang. Kemudian saat tidak mendapatkan itu semua anda jadi kecewa,padahal kita tau,the best thing in life is not for sale (you can’t buy them even if you have all the money in the world!!).lihat aja Ahmad Dhani,dia punya uang dan ketenaran,serta anak2 yg lucu serta seorang istri yg cantik lagipula sukses. tapi,apakah dia bisa membeli kebahagiaan untuk istrinya dan keluarganya? terakhir saya baca di koran,dhani,maia dan mulan semuanya nonton konser muse tapi berangkatnya sendiri2,funny isn’t it?

Sebenarnya ada banyak hal kecil yg bisa kita hargai dalam hidup ini lho, contohnya anda masih inget gak terakhir anda sakit perut sampai melilit banget? mules banget rasanya bisa keluar saat ini juga? kapan terakhir punya perasaan seperti itu? lalu apakah hari ini perut anda terasa sakit? kalau tidak berarti anda harus bersyukur untuk itu saja. ada cerita sedikit tentang seseorang yg sakit selama berbulan2, mencari pengobatan kesana kemari tetapi tak kunjung dapat obatnya. lalu suatu ketika dia bertemu seseorang yg berhasil menyembuhkannya. ketika akhirnya dia sembuh, orang ini mengadakan selamatan selama tujuh hari full seminggu penuh!!! pertanyaannya adalah : kemarin waktu masih sehat kemana aja? kok gak pernah syukuran waktu sehat??

Lalu kalau anda mau boleh coba deh hal ini, tahan nafas anda selama 30 detik .jangan khawatir,30 detik gak pake bernafas gak akan mati kok,karena rata2 manusia sanggup menahan nafasnya untuk 20 -30 detik. kalau sudah lalu rasakan saja betapa tidak enaknya jika kita tidak bisa bernafas. Soalnya lagi nih kita kan bernafas selama ini masih gratis sih gak perlu bayar,jadinya kita kurang menghargai deh soal hal2 sepele kayak begini. biasalah kita itu sebagai manusia kalo dapet sesuatu yg gratisan sukanya take it for granted aja tuh biasanya.

Buat yg pernah ikut meditasi tentu tau dong kalau saat meditasi kita berfokus hanya pada nafas?mengapa kita berfokus cukup hanya pada nafas? karena menurut hasil pemikiran saya, dengan berfokus pada nafas,maka hati dan pikiran kita  akan berada disaat ini. kenapa saat ini yg penting? dalam bahasa inggris masa kini adalah present atau hadiah. mengapa fokus pada kekinian? karena hanya itulah satu2nya cara untuk menikmati hidup. pas lagi makan ya makan,pas lagi main ya main, pas lagi ibadah ya ibadah. jangan pas lagi ibadah pengen main,pas lagi makan pengen main ,pas lagi main malahan mikirin kerjaan. gimana mau hidup nyaman? terlalu terfokus di masa depan,atau malah terlalu cemas? gimana bisa menikmati hidup?

Lalu jika tak mampu menikmati hidup bagaimana mampu menikmati hal2 yg kecil dalam hidup anda yg telah anda miliki? bukannya bersyukur kalo sudah punya motor atau mobil (walaupun belum yg paling baru) malahan sibuk mikirin kepengen banget punya mobil baru,apalagi jadi tersiksa hidupnya lantaran kata orang (lingkungan dan teman) yg bilang gak gaul,gak elit lah katanya atau apalah predikat yg tidak disandang lantaran terlalu mikirin kata orang lain kalo belum punya ini dan itu.

Kalau kita belum bisa mensyukuri apa yg kita miliki sekarang,siapa yg bisa menjamin kita juga akan puas nantinya jika sudah mendapat apa yg kita mau? kalaupun sampai puas itu paling hanya sementara saja,kenikmatan pas pertama kali mendapatkannya , kemudian gak lama setelah itu kita mulai bosan deh dan mulai menginginkan yg baru lagi,yg lebih lagi,dan seterusnya dan seterusnya… gak ada habisnya.

Please appreciate the things you have now,jgn nunggu sampai hilang dulu baru bisa menyadari betapa berharganya sesuatu tersebut,baik itu adalah barang , kekasih atau pun sahabat. telat atuh namanya kalo baru menyadari betapa berharganya sesuatu itu setelah kehilangan ,hehehe.

Katanya lagi nih ,jika kita mau menghitung nikmat dari Tuhan ,katanya kita gak akan bisa, karena nikmat dariNYA sangatlah banyak. tentunya ini termasuk hidup dan bernafas,bisa makan,bisa melihat ,membaca,punya rumah tempat berlindung,pengetahuan,keluarga,tubuh yg utuh, and all those things in life that you thought everybody else have,because it’s very common. wake up man,it’s not common when we thought about death,its totally a bliss. because when we die,we lose it all. by then what do we have? none.

think about this my dearest friend. appreciate your live,start from the small one.

Peace and love

diDot

Perubahan

Monday, February 19th, 2007

Berubah? keluar dari zona kenyamanan? keluar dari kotak kenyamanan kita? wah nanti dulu deh,biasanya kita kalo sudah enak males berubah ya? buat apa coba…

Tapi ada istilah ‘the enemy of great life is a good life’ , jadi memang betul kalo mau jadi hebat,kita gak boleh puas dengan yg biasa2 saja dong?

Dulu saya takut berubah, dulu waktu masih sekolah saya pikir orang yg harus menerima saya apa adanya,kalo gak mau ya udah,toh mereka yg rugi gak temenan sama saya,fyi saya dulu cuek abis dan gondrong banget, pokoknya cocoklah kalo saya cuek,hehehe

Salah satu alasan saya takut berubah adalah karena saya takut nanti akan menjadi orang lain,bukan jadi didot lagi dengan segala keunikannya(kelebihan dan kekurangan terangkum disini) .Padahal terkadang kalo melihat teman saya yg sifatnya jauh lebih baik dari saya,kadang saya merasa pengen juga sih berubah. teman saya ini orang yg sangat flexibel dan ramah,sehingga nampaknya hampir semua orang suka padanya ,baik pria maupun wanita.

Yg jelas setelah melalui perjalanan panjang (dan menyakitkan!!) akhirnya saya harus menyerah dan tersadar bahwasanya kita tidak bisa merubah orang lain untuk menerima kita,kitalah yg harus selalu berubah untuk menyesuaikan diri kita dengan lingkungan kita. teknik yg biasa dipakai adalah teknik berkaca (mirroring). seperti orang jepang yg saling membungkuk , kita pun harus menyamai gerakan lawan bicara kita jika ingin mendapat respon yg kita inginkan.

Tapi jangan takut,berubah bukan jadi orang yg lain ,tapi jadi diri kita sendiri cuma versi yg lebih baik saja,jadi didot yg lebih baik lagi,kurang lebih begitulah untuk saya.

Dengan merasa bahwa ada orang2 tertentu yg saya merasa mereka ‘kurang’ dan harus  berubah , saya jadi merasa tertekan karena merasa harus memperbaiki orang2 yg sulit saya rubah (ternyata tidak mudah merubah orang kalaupun bisa. damn,i wish i found out about this earlier). disini juga kunci untuk kebahagiaan berada, dengan merasa bahwa dunia ini sudah sempurna seperti ini(kecuali diri kita sendiri) kita tidak perlu merubah apapun dan menerima semua hal dengan hati yg senang (wong udah sempurna kok,apa yg mesti dirubah?)

Kalau anda masih ngotot bahwa orang lain mesti berubah,siap2 aja kecewa dan sakit hati nantinya. karena kita sendiri juga gak suka kan dipaksa berubah? kita semua ingin diterima sebagai diri kita sendiri bukan? jadi jelas itu juga yg orang lain inginkan tentunya.

Berubah adalah proses alamiah, jadi gak perlu takut keluar dari comfort zone lagi kan?

Kata salah seorang guru saya,hidup ini tentang perubahan terus menerus,seperti roda kehidupan yg terus berputar, ada senang ada sedih,jadi harus selalu siap untuk menerima perubahan,untuk diuji ,dan kalau tidak mau diuji lagi sama dengan sudah berniat mati. Gimana tidak ? wong Tuhan saja masih mau nguji kita kok,masak kita yg cuma debu di alam semesta mau menolak keinginan Tuhan??

So then prepare to change or prepare to die!!

peace and love

diDot

white lies

Sunday, February 11th, 2007

Syahdan seorang suci sedang meditasi dibawah pohon pada pertemuan dua jalan. Kegiatannya itu terganggu oleh seorang anak muda yang berlari dengan panik kearahnya.

To…To….Tolonglah, saya, ujar anak muda itu terengah-engah. Ada orang salah menuduh. Dikira saya ini pencuri. Ia dan banyak orang lainnya mengejar saya. Kalau saya tertangkap, kedua tangan saya akan dipotong. Tolong, Pak……, sambungnya berlinangan air mata

Anak muda itu lalu memanjat pohon yang digunakan orang suci itu bermeditasi. Ia bersembunyi diantara daun-daun yang rindang. Tolong, jangan kasih tahu dimana saya bersembunyi….. Orang suci itu melihat dengan mata batinnya. Pemuda itu sungguh-sungguh tak bersalah. Ia bukan pencuri.

Tak lama kemudian sekelompok orang menghampirinya. Dan seseorang yang tampaknya sebagai pemimpin bertanya :

Pak, apakah melihat anak muda yang lari kesini?

Berpuluh tahun sebelumnya, orang suci itu pernah bersumpah untuk selalu berkata jujur. Ia sebenarnya tak ingin mengkhianati anak muda tak berdosa itu. Tapi, sumpahnya sangat mempengaruhi dirinya sendiri.

Kemana perginya? sergah yang bertanya tadi.

Orang suci itupun menunjuk kearah atas pohon. Tak lama, kelompok orang itu menyeret anak muda yang malang. Sambil dibawa pergi, ekor mata anak muda itu melirik ke orang suci dengan pandangan kosong. Tak lama kemudian anak muda itu dipotong tangannya.

Ketika orang suci itu meninggal dunia. ia berdiri di Mahkamah Akhirat. Ia dikecam, karena sikapnya terhadap anak muda yang naas. ujar orang suci itu, protes. Saya telah bersumpah suci untuk selalu berkata jujur. Saya terikat untuk berbicara dan bertindak berdasarkan sumpah itu

Tetapi hari itu……..Kamu lebih mencintai kebanggaan daripada kebajikan. Bukan demi kebajikan kamu menyerahkan anak muda tak berdosa itu. Tapi semata-mata, karena kamu ingin mempertahankan citra yang kosong tentang diri kamu sebagai orang suci.

Cerita di atas menjelaskan bahwa ada yg namanya bohong untuk kebaikan atau yg kita sebut dengan white lies. kalau saja orang suci itu berbohong maka akan lebih baik hasilnya,karena dengan berbohong ia dapat menyelamatkan nyawa orang (apalagi dalam hal ini karena dia sudah cukup sakti maka dia tahu kalau orang tersebut tidak bersalah)

Bohong demi kebaikan itu kuncinya ada di sebabnya saja ,tepatnya pada alasan kita berbohong tersebut. kalau kita berbohong untuk menyelamatkan diri sendiri,nah ini dia yg gak boleh,tapi kalo kita berbohong untuk menyelamatkan orang lain ,ini jelas masih boleh. seperti cerita tadi diatas kita harus lebih cinta kebaikan daripada apapun yg lainnya. bukan rasa ego kita,ataupun hal lain,hanya murni kebaikan.

Kalo ngebahas ini saya jadi ingat beberapa tahun ke belakang kalo dulu saya tidak mau berbohong,walaupun sejelek apapun kenyataan itu harus dikatakan. ini semua berkat ajaran salah satu mantan saya.

Mantan saya ini orangnya gak bisa bohong. kalau mau berbohong dia milih diam,which means saya jadi tau jawabannya deh,hehehe.

Karena ini saya jadi ikutan juga tidak berbohong dan lebih memilih untuk jujur dengan segala konsekuensinya. sebelumnya dulu kadang saya suka berbohong ,tapi setelah kenal dia,saya mulai berubah,jadi gak pernah bohong deh.

Nampaknya jalur hidup saya ada di titik ekstrim pada saat itu, kalau tidak A ya Z,tidak mau kompromi (masih muda kali ya??) artinya kalo jujur ,jujur banget mendekati polos tapi kalo bohong juga tidak tanggung2 (bohong melulu).

tapi… ini malah menimbulkan masalah buat saya,banyak hubungan saya jadi rusak karena memakai prinsip ini secara kaku.

Akhirnya kini saya memilih jalan tengah buat saya sendiri ,yaitu jalan yg ditemukan setelah banyak membaca beberapa buku dan tulisan ,serta bertanya sana sini kepada yg lebih kompeten(at last).

Jadi saya hanya berbohong demi menyelamatkan muka orang atau demi kebaikan orang lain(ah masak sih??) ,tapi kalau untuk menyelamatkan diri sendiri saya memilih untuk jujur ketimbang harus berbohong (nah ini harusnya kan??)

Ah tapi jujur lho saya sendiri masih suka berbohong karena gak enak sama orang lain kok sampai dengan saat ini dan bukan karena mau menyelamatkan orang lain,tapi nyelamatin diri sendiri dari rasa malu  dan rasa gak enak,hehehe (beneran lho kali ini saya gak bohong!!)

How about you? do you believe in white lies?

peace and love

diDot

bahagia itu sekarang

Thursday, February 8th, 2007

Bersakit sakit dahulu , bersenang senang kemudian ,tapi berbahagialah saat ini.

Jika anda tipe orang yg sabar ungkapan bersakit sakit dahulu adalah hal yg mudah. Tapi buat orang seperti saya sendiri untuk sabar saya harus belajar menahan diri dan melatih diri terus menerus. Mengapa sifat sabar adalah salah satu hal yg paling sering ditulis dalam kitab suci Al Quran?

Karena siapa sih yg mau menderita? siapa sih yg gak kepengen kaya? siapa yg gak mau senang? siapa yg gak mau masuk surga? semua orang juga pengen. masalahnya itu bukan gak kepengen senang,orang yg sukses dan beriman mampu untuk menunda sejenak kesenangannya untuk hal yg lebih baik.

Daniel Goleman dalam bukunya Emotional intelligence (EQ) menulis tentang tes marshmallow (di bukunya pada halaman 112) yg disediakan untuk anak kecil berumur 4 tahun yg mampu untuk menahan dorongan hatinya,ternyata setelah dewasa juga anak2 tersebut terbukti lebih maju daripada anak yg tidak lulus tes tersebut.

Orang tertentu yg disiplin dirinya tinggi kebanyakan menghindari kesenangan dan pemuasan diri,apalagi orang beriman. pertanyaannya apakah mereka juga tidak ingin bersenang senang? mungkin untuk orang yg beriman dan beragama jawaban mereka adalah sama juga,mereka ingin senang,tapi mereka mampu untuk menunda kesenangan mereka demi mendapatkan kesenangan yg lebih utama ,yaitu di akhirat nanti.

Lalu apakah mahasiswa yg kerjanya belajar melulu juga tidak suka bermain? saya rasa tidak. tapi mereka lebih mengutamakan kesenangan nanti yg didapatkan setelah lulus ,misalnya dengan mendapatkan pekerjaan yg baik.

Lalu kapan dong kita bersenang senangnya?

Anda perlu menunda kesenangan selama itu bermanfaat ,demi tujuan yg lebih baik. tapi jangan samakan kesenangan dengan kebahagiaan,karena kesenangan tidak sama dengan kebahagiaan. anda bisa bersenang senang setiap hari tanpa mendapatkan kebahagiaan sama sekali,dan sebaliknya juga berlaku , anda bisa berbahagia selalu tanpa harus melalui kesenangan sama sekali.

Kalau anda menunda kebahagiaan anda dengan menempatkannya pada suatu tempat yg jauh (misalnya dengan saya akan bahagia kalau sudah jadi begini atau begitu) maka anda akan sulit menikmati hidup.

Kenapa? karena segera setelah keinginan yg satu terpenuhi keinginan yg lain segera akan muncul. Dan kita sebagai manusia adalah mahluk yg paling tidak pernah puas.

Anda tidak perlu apapun untuk bahagia saat ini,apapun anda dan siapapun anda,terlahir sebagai manusia ,telah ada dalam diri anda anugerah ilahi,bagian dari yang maha besar.

Jadi gak perlu nunggu jadi direktur dulu dong baru bahagia??

Sedikit saran dari saya,kalau mau bahagia gampang kok, senangkan saja orang lain,bukan diri anda sendiri. lupakan diri anda sejenak,anda gak perlu jadi ini atau itu, percaya deh anda cukup jadi diri anda sendiri sekarang dan mulai fokus ke orang lain untuk membahagiakan orang lain.

peace and love

diDot

Banjir as Blessing

Wednesday, February 7th, 2007

Banjir sudah mulai surut di beberapa tempat, mudah2an para korban segera mendapat bantuan dan kita semua segera dapat melanjutkan aktivitas2 kita yg terhenti akibat banjir dengan normal.

saya cuma ingin menekankan bahwa pasti ada hikmah di atas banjir ini untuk kita semua.

Yg jelas untuk pemerintah harus lebih jelas prioritasnya, jangan ada alasan2 apapun untuk tidak meneruskan proyek2 untuk banjir ini , baru terasa sekarang setelah banjir ini melumpuhkan perekonomian , bahwa kerugian yg terjadi sangatlah besar dampaknya.

di koran saya baca seorang addie ms mengambil hikmah terselubung (blessing in disguise) dengan anaknya , jadi ngobrol banyak hal lantaran terperangkap banjir dan tidak bisa pulang. di perjalanan pulang juga mobil mereka terkena macet lagi sehingga mereka jadi ngobrol lebih banyak lagi dan hikmahnya hubungan yg kurang dekat selama  ini diantara mereka justru dengan adanya momen banjir ini malahan membuat keduanya jadi semakin dekat satu sama lain.

belom lagi puluhan orang2 yg menangguk rejeki dadakan, semacam tukang gerobak yg menggunakan gerobaknya untuk melintasi daerah2 banjir , bahkan ada yg  bisa sampai dapat uang antara 600 ribu sampai sejuta rupiah perharinya.

ada lagi cerita tukang terpal yg untung karena dagangannya laris buat di jadikan posko2 darurat , tukang lampu tempel yg laris manis juga karena banyaknya pemadaman lampu yg terjadi , lalu ada pula yg memakai genset menyewakan jasa mencharge handphone seharga 5000 rupiah sampai penuh.

dan yg membuat saya iri hati di tengah2 semua ini adalah anak2 kecil yg bermain dengan riangnya seakan2 mereka sedang berada di kolam renang bukannya di tengah2 banjir , mereka tak perduli dengan keadaan ,buat mereka yg penting bisa main air saja sudah cukup senang , walaupun orangtuanya mungkin pada pusing semua karena rumahnya kebanjiran.

terbukti dengan melihat mereka , kebahagiaan ukurannya bukan keadaan atau kondisi2 tertentu , tapi lebih kepada cara kita berpikir tentang keadaan itu sendiri. mau susah bisa,mau bahagia juga bisa,apapun keadaannya. sekali lagi saya tekankan bukan keadaannya tapi pada cara kita berpikir.

mudah2an kita semua bisa belajar seperti anak kecil dengan jiwa mereka yg masih polos agar kita mendapatkan kebahagiaan kita lagi,dengan mencari peluang2 baru bukannya sibuk mengeluh dengan banjir ini.

ingatlah Tuhan tidak pernah membuat hidup kita jadi susah,kita sendirilah yg membuat diri kita susah , rawa2 diuruk dijadikan perumahan , daerah resapan air dihilangkan , sampah dibuang sembarangan. tidak butuh peramal yg hebat untuk tahu banjir besar akan datang untuk jakarta lagi dan lagi.

mudah2an kita semua diberi kekuatan melewati ini semua,karena sesungguhnya dibalik kesusahan ada kemudahan.maka hendaklah kita kuatkan iman kita semua.

P.S :  btw ada yg bisa prediksi gak, kira2  5 tahun lagi banjirnya seperti apa ya?

mungkin ada yg punya ide supaya bisa dapat blessing in disguise, enaknya jualan apa ya 5 tahun lagi?

DOT