Archive for October, 2006

4 prioritas hidup

Sunday, October 8th, 2006

Pernah liat kuis "who want’s to be a millionaire" kan? nah di awal itu kan biasanya para peserta diminta untuk mengurutkan 4 pilihan tertentu dengan secepat mungkin,trus yang waktunya paling singkat akan duduk di kursi panas deh (kursinya gak panas beneran kok,hehe)

ok jadi gue juga mau mulai dengan semacam pilihan kayak kuis tersebut…

kita mulai saja ya,urutkan 4 pilihan dibawah ini berdasarkan urutan prioritas dari yang paling penting, ke yang paling tidak penting.

a. bahagia

b. masuk surga

c. kaya

d. sehat,

ok kita lihat berapa lama kamu mengerjakannya? ah.. itu gak penting,emang kita lagi kuis beneran,yang penting jawabannya bener dong…

kalian semua mungkin punya jawaban masing2 dengan urutan yang berbeda2,dikarenakan wawasan dan background kita yang berbeda2. gak masalah,perbedaan itu esensial banget,bagus buat kita semua malah. beda pendapat boleh,tapi jangan jadi rusuh kan?

ok ,tapi pasti kalian pengen tau dong ,jawaban kalian sudah bener belum (paling tidak sama dengan yang buat kuis dong tentunya,ya gak? )

ok,jadi jawaban yang bener adalah :

b - a - d - c (masuk surga - bahagia - sehat - kaya)

kenapa urutannya begitu? ok , penjelasan berikut mudah2an akan dapat memuaskan dahaga keingintahuan kalian (cieee) ;

B (masuk surga) ; ini adalah prioritas kita hidup,karena kita hidup di dunia hanya sementara,dan setiap dari kita pasti akan mati. kalo logikanya gini; kita boleh gak bahagia di dunia ini,kita boleh gak sehat juga,dan kita boleh gak kaya,tapi kita mati harus masuk surga dong,bener gak?

A (bahagia) ; bahagia adalah karena cara pandang kita terhadap hidup kita,bukan diukur dari materi atapun kesehatan fisik kita,kenyataan membuktikan bahwa banyak orang kaya dan sehat,tapi tetap hidupnya hampa karena tidak dapat menemukan kebahagiaan hidup. jadi orang bahagia tidak tergantung kaya atau sehat.

D (sehat) ; sehat lebih penting dari kaya,mengapa begitu? kita punya mobil paling keren,tapi gak punya kaki atau tangan untuk menikmatinya,buat apa? atau punya uang banyak bisa beli makanan apa saja,tapi kena penyakit jantung atau gula jadi gak bisa makan yang enak2 buat apa?

C (kaya) ; harta adalah prioritas terakhir dalam hidup, jadi kita dalam mengejar kekayaan jangan pernah sampai mengorbankan hal2 yang lebih utama,misalnya keluarga (karena disitu letak kebahagiaan kita) ,persahabatan apalagi mengorbankan kesehatan kita. juga harta kita itu kalau bisa jadi ladang berkah kita untuk tiket masuk surga,jadi jangan korupsi atau malah hartanya dipakai buat maksiat ,nanti malah menyalahi prioritas hidup ini dong jadinya?

ok segitu aja,cuma sekedar mengingatkan,kita biasanya tau hal2 ini,tapi kalo lagi mengejar sesuatu (biasanya harta atau cita2 yang berhubungan dengan harta) kita kadang khilaf (lupa) sampai mengorbankan hal2 yang sebenarnya lebih penting.

Maha besar Allah

Saturday, October 7th, 2006

Ayo kita bermain sedikit, coba deh, pikirkan sebuah angka yang paling besar sesuai kemampuan kamu ;

mungkin angka itu seperti ini :

99999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999

99999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999

99999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999

99999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999

99999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999999

dst.

hehehe gede banget ya,bisa satu halaman nih kalo mau… sebenernya angka itu bisa aja mengelilingi bumi ini ,tapi gue cuma minta angka yang paling besar yang bisa otak kita pikirin,kalo udah  ya udah.

ok.

sekarang lupakan angka tadi sejenak dan kita ngeliat gambar ini dulu

Universe_1 perhatiin yang warna biru itu adalah planet bumi. dan yang paling kecil itu planet pluto.

selanjutnya ;

Universe_2 

perhatiin yang paling besar itu adalah jupiter dan bumi udah mulai agak kecil keliatannya dibanding jupiter.

lanUniverse_3jut ;

itu adalah gambar matahari, sedangkan bumi cuma 1 pixel disini jupiter juga udah mulai keliatan kecil.

terus;

Universe_4 yang besar itu adalah arcturus ,seperti matahari tapi jauh lebih besar.matahari keliatan kecil banget,dan jupiter cuma sebesar 1 pixel di gambar ini.malahan bumi udah gak keliatan saking kecilnya.

terakhir ;

Universe_5 nah yang paling besar itu adalah antares ,di skala ini matahari cuma seukuran 1 pixel aja,sedangkan jupiter udah gak keliatan(apalagi bumi,hehehe).

fyi, antares itu adalah bintang ke 13 yang paling terang di langit yang terlihat oleh mata manusia. soooo… kesimpulannya masih ada 12 bintang lagi yang lebih besar daripada itu , gak kebayang deh gedenya yang no 1,itu juga baru yang terlihat lho,mungkin ada yang lebih besar lagi yang tidak terjangkau pandangan manusia…

ok, sekarang planet2 dan bintang2 tadi itu kan gede banget ya,trus kalian bayangin ya ,itu kan baru isinya,belum penampangnya (tempatnya) , kalo gue analogikan gini nih,gajah itu kan gede,tapi kandangnya mesti lebih gede dari gajahnya dong?

same here, planet2 dan bintang2  tadi kan gede,cuma mereka kan hanya isinya,

nah tempatnya / penampangnya tentu jauh lebih besar dong daripada isinya.

let’s say universe ini adalah segini;

<————————-> 

,maka kalo gue kali 2 adalah kira2 segini kan ;

<—————————————————–>      

betul gak?

tapi jangan kalian kali 2 universe yang kalian pikirin tadi ,tapi kalian kali dengan angka yang paling gede yang bisa kalian pikirkan pertama tadi (masih inget gak?) gede banget kan? sudah?…

tapi belum cukup.. kalian kali lagi… (dengan angka yang sama tentunya) kali lagi… kali lagi.. kali lagi… kali lagi… dan kali lagi… kali lagi… terus aja gak berhenti2 sampe cape..

nah itu adalah gambaran kekuasaan Allah,kekuasaanNya meliputi langit dan bumi.

dan tidak ada satu daun pun yang jatuh tanpa sepengetahuanNya ,bahkan semut dimanapun itu Allah pasti tau sedang apa dan bagaimana,tapi itu kan di bumi,nah kira2 di universe yg maha luas ini,debu di planet x di ujung universe ini ,trus debu itu tadi sedang tertiup angin yang kecepatannya 10 km/jam menuju tenggara kira2 Allah tau gak ya? hehehe…

kalo mikirin hal kayak begini gue jadi merasa betapa kecilnya gue sebagai manusia,mau mikirin angka paling besar aja udah gak sanggup,apalagi mikirin kekuasaan Allah. terus udah tau kalo sebenarnya kita itu cuma segini aja ,tapi kadang hati ini masih suka menyombong kalo gue itu bisa inilah,bisa itulah,padahal ilmu gue itu gak seberapa,lagian katanya nih sepintar2nya manusia pun cuma bisa pakai kapasitas otaknya sebesar maksimal 5% ( ada juga yang bilang cuma 3 % malahan).

terlepas dari itu bener atau salah,ada juga ayat yang mengatakan kalo seluruh ilmu Allah ditulis memakai tinta dari lautan yang ada di dunia inipun masih belum cukup,bahkan jika ditambahkan sebanyak itu pula juga masih kurang. 

makanya gue heran dulu firaun bisa sampai dengan sombongnya bilang kalo dia Tuhan,duh firaun gak hidup di jaman sekarang sih ya,jadi dia gak tau soal betapa kecilnya dia sebenarnya,bahkan dulu dia cuma menguasai sedikit saja dari bumi udah bisa sombong begitu. dia belum tau sebenarnya dunia ini luasnya seperti apa.

Gue aja nih merasa kayaknya semakin tambah ilmu malah tambah merasa masih banyak yang gue belum tahu,paradoks sekali ya,padahal kita belajar untuk jadi lebih tahu tapi kenyataannya malah kita semakin merasa tidak tahu…

kalau saja manusia tau betapa kecil dirinya,dan betapa tidak berdaya dirinya (tanpa bantuan dan kuasa Allah) , apa mungkin seorang manusia masih bisa merasa sombong lagi?

Allah Akbar,maha besar Allah

tiada daya dan upaya tanpa pertolonganMu ya Allah

give and receive

Thursday, October 5th, 2006

Kemarin ceritanya gue lagi dijalan naik mobil,trus tiba2 di sebelah gue ada anak kecil tukang minta2, kebetulan gue lagi pengen berbuat baik, banyak2in pahala di bulan ramadhan katanya,soalnya pahalanya berlipat2 di bulan ini.

nah jadi gue kasih deh tuh anak seribu perak,dan ternyata dia langsung mengucapkan terimakasih sambil lari kegirangan. pikir gue " wah kalo gue kasih 1000 aja dia senengnya kayak begitu,ngasih 5000 pun gue rela,apalagi kalo senangnya anak itu bisa 5 kali lipat dari itu ,gue pasti seneng banget.

gue sering ngasih pengemis ,tapi reaksi mereka berbeda2 ,ada yg langsung aja ngeloyor pergi tanpa say thanks,ada yang cuma manggut2,ada yang ngedoain kita ,ada yang bilang terimakasih dan ada yg kayak tadi itu kegirangan banget.

masalah gue adalah kalo dikasih tanpa dia bilang terimakasih tuh kayaknya hati gue agak sedih ya,karena gue gak minta apapun kecuali senyuman yang tulus dan terimakasih,toh gue juga gak bakalan miskin gara2 ngasih dia uang segitu kok.

Inilah yang mengganggu pemikiran gue,kok gue gak ikhlas ya ngasih sedekah,gue mengharapkan sesuatu dari mereka,entah itu sekedar senyuman atau ucapan terimakasih. kenapa gue gak bisa tulus?

kisah ini gue ceritain sama seorang temen gue ,dan dia bilang  gini  " itulah dot kalo hidup masih take and give pasti lo bakalan sakit hati"

"hah??" kata gue, lho bukannya hidup itu mesti take and give ya, pikir gue?  ibarat kita makan melulu kalo gak boker2 kan pastinya perut kita mules tuh.. atau juga boker mulu tanpa makan pasti lama2 isinya kosong dong? kata orang bule "what comes in must come out eventually" and its the other way around,artinya kita juga tidak mungkin memberi terus tanpa menerima,nanti apa lagi yang mau diberi jika kita tidak pernah menerima apapun? kalo udah gak punya apa2 ,apalagi yg mau dikasih?

terus temen gue bilang bukan "take and give" dot,tapi "give and receive".

yup!!  setelah gue pikir2 bener juga ya,konsepnya sama,tapi sekaligus juga berbeda,saat kita taking,kita mengambil (dari kata take) sementara receiving itu kan artinya menerima. konsep keluar dan masuknya sama,tapi dalam pengertian yang berbeda,karena yang satu meminta sedangkan yang lainnya cuma menerima saja tanpa menuntut apapun.

kita memberikan kebaikan tanpa mengambil dari orang lain (keikhlasan) ,pasti cepat atau lambat hukum alamnya kebaikan itu akan kembali pada kita,mungkin bukan melalui orang yang sama,bisa dari mana saja. inilah sebuah kebenaran sejati.

jadi dalam kasus sedekah ini gue gak perlu kuatir dengan dibalas atau tidaknya pemberian gue ini dengan sebuah senyuman atau ucapan terimakasih,gue mesti belajar mengikhlaskan diri gue dan yakin bahwa suatu saat nanti semua kebaikan gue akan kembali ke diri gue lagi… amin

jadi sekarang mungkin istilah "take and give" mesti diganti kali ya,dengan "give and receive"??

perbuatan negatif vs positif

Sunday, October 1st, 2006

katanya kita disuruh hati2 saat kita milih dengan siapa kita berteman,soalnya bisa jadi kita ikutan terbawa sifat2 teman2 kita itu karena sering bermain dengan dia.

analogi dalam berteman menurut sebuah buku yg pernah gue baca adalah seperti ini :

jika kita masuk keruangan yang penuh dengan wangi  bunga,maka jika kita keluar dari ruangan itu pakaian kita juga akan wangi dengan wangi bunga tersebut.

sebaliknya juga nih jika kita masuk ke ruangan yang bau busuk,maka keluar dari ruangan itu kemungkinan pakaian dan rambut kita akan cukup bau busuk.

pernah dugem gak? kalo kita kelamaan dugem pasti rambut kita bau asap rokok deh, betul gak? malahan gue pernah lho sampai jeans gue aja bau rokok banget gara2 dugem kelamaan….

kita belum tentu jadi seperti mereka,tapi sedikitnya pengaruh itu akan terasa kepada kita juga. itu seperti kita mencelupkan kain warna merah kedalam cairan warna biru. kainnya akan berwarna biru dulu setelah diangkat dari cairan tsb,tapi jika kain tsb dibersihkan maka warna aslinya pasti masih ada disana,yaitu merah.

pengertian ini menurut gue masih kurang mendalam , sebagian adalah karena alasan yang dikemukakan oleh salah seorang temen gue,yaitu kata dia main dengan orang baik belum tentu jadi orang baik,tapi main dengan orang jahat kemungkinan besar jadi penjahat juga.

ini bener banget menurut pengalaman gue,dan gue jadi mikir kenapa..

iya.. kenapa kalo perbuatan negatif lebih mudah untuk diikutin (lebih mudah menular) daripada perbuatan positif?

setelah itu gue mikir deh seharian, nah hasil pemikiran gue itu kurang lebih gini nih;

karena sifatnya yang memberikan kepuasan (kenikmatan) yang instan pada saat melakukannya maka perbuatan negatif (maksiat) itu akan membuat kita lebih mudah mengikuti,karena hasilnya langsung terasa. contohnya jadi maling,enak kan gak usah kerja keras bisa dapat duit banyak tanpa perlu susah2?

sementara itu perbuatan positif itu kadang tidak langsung terasa efeknya,tapi selalu pada jangka panjang akan membuahkan hasil yang baik.

jadi saran gue untuk perbuatan negatif(maksiat) itu gak bisa dikurangin ,lebih baik langsung dicut,karena sifatnya yang enak itu tadi,maka biarpun dikurangi kalo memberikan kenikmatan (hasil ) secara langsung pasti tetap akan bikin nagih,contohnya  merokok,zinah, mabuk,dll (abis enak sih,hehehe)

sebaliknya untuk perbuatan positif karena gak langsung terasa maka sebaiknya ditambah sedikit2 saja dulu semampu kita,contohnya sholat tuh,kalo gak pernah sholat disuruh sholat 5 kali sehari pasti berat dong,apalagi balasannya itu nanti banget di akhirat (udah mati baru dibalas). nah untuk ini mending sholatnya minimal sehari sekali aja dulu jangan banyak2. kalo sudah ada momentumnya tinggal ditingkatkan lagi deh. jadi 2 terus 3 terus 4 dan kalo sudah pol baru ditambahin yg sunnahnya.kalo langsung mesti pol pasti berat man…

sooo… kata gue sih mending kalo mau berhenti ya berhenti dari perbuatan maksiat (negatif) ,gak usah ngomong dikurangin,karena itu agak sulit,dan jadi tambah sulit karena masih ada rasa nikmat yg dihasilkan dari perbuatan tsb.

and then start building your momentum on the good things… karena hidup ini kan hanya sementara?!

udah siap kalo mati hari ini?