Archive for November, 2005

bayi bernama…

Tuesday, November 29th, 2005

Cintailah aku seutuhnya,sepenuh hatimu….

sekuat jiwamu,semampu ragamu…

karena bila kurang dari itu adalah sebuah kejahatan…

sebuah kejahatan hati…

jadi bila kau tak sanggup melakukannya sepenuh jiwamu

lebih baik kau tak melakukannya sama sekali.

karena kurang dari utuh adalah sama dengan tidak sama sekali,

bila kita bicara masalah cinta.

Biar saja aku yang mengurus bayi ini mulai sekarang,

biar saja aku jadi single parent,

hanya karena kamu tak menginginkannya,

tak mungkin bagiku untuk membunuhnya

aku tak mau mengaborsi bayi ini,

karena dia tidak bersalah ,karena dia suci,

karena dia adalah hasil cinta kita,benih cinta kita yang dulu bersemi.

Kalau kini kamu tak punya waktu lagi untuk mengurus bayi kita,aku mengerti

Karena kamu harus mengurus bayi yang lain

dan kalau kini kamu lebih memilih yang lain,

aku rela demi kebahagiaanmu

Aku benar-benar berharap kamu dapat menemukan kebahagiaan abadi

bersama dengan dirinya… atau dengan siapapun pilihanmu.

Kamu milikku,tapi hanya dalam ingatanku saja,

Kurindu kamu,bukan di tempat ini,tapi di dalam hatiku saja

kamu tak harus bersamaku,

karena aku lelah menjadi orang yang mementingkan diri sendiri,

Kamu yang dulu  pernah jadi sayap untukku dan mengangkatku terbang tinggi,

kini menjatuhkanku sekeras dan setinggi itu pula.

Tapi kamu tak harus mengetahui apa arti dirimu bagiku,

biar kini kumelintas sendiri di

padang

pasir sakit hatiku,

yang diselimuti badai kenangan indah tentang kita.

hanya sebuah senyuman yang boleh aku tunjukkan kepada dunia,

demi kebahagiaan dan keindahan harimu,

karena melihatmu bahagia adalah kebahagiaan tersendiri buatku.

maka biar aku sendiri saja yang menafkahi bayi kecil ini yang kunamai ………CINTA

Obat sedih

Tuesday, November 15th, 2005

Gue cuma pengen nulis buat kalian ,yang mungkin sedang merasa sedih..

Lagi sedih? Jangan ya?? Sedih kan cuma kondisi pikiran…

gue cuma mau bilang kalau kita akan merasa cukup beruntung,kalau saja kita tahu kalau banyak orang lain yang lebih sulit kondisinya dari kita. makanya kita jangan terlalu fokus pada kesulitan kita sendiri.

sekedar buat ilustrasi  gue punya cerita yang sedikit lucu untuk menggambarkan keadaan ini…

Ceritanya begini ,Di lingkungan istana ada larangan untuk berjualan dengan alasan kebersihan dan keasrian lingkungan. karena larangan itu maka para pedagang jarang yang berani untuk berjualan di lingkungan istana. Tapi karena tempat itu sangat potensial untuk berjualan dikarenakan oleh ramainya orang berlalu lalang di tempat itu,maka seorang pedagang duku yang masih baru tanpa merasa bersalah menggelar dagangannya di daerah itu. Ketika sedang asyik berjualan seorang polisi menghampirinya dan terjadilah percakapan berikut :

Polisi : Hey kamu, apakah anda tidak tahu bahwa di sekitar lingkungan istana tidak boleh berjualan,apakah kau tidak bisa membaca papan larangan itu?

Tukang Duku : wah maaf pak ,saya tidak tahu menahu mengenai hal itu,saya orang baru disini pak.

Polisi : oke,tapi tetap saja karena kau sudah melanggar aturan maka aku harus menghukummu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Nah untuk kau ketahui hukuman untuk berjualan di lingkungan istana adalah dimasukkan 10 dari barang dagangannya ke dalam lubang anusnya.

Walaupun telah protes,si tukang duku akhirnya dengan terpaksa menjalani hukuman tersebut,karena jika melawan maka hukumannya akan lebih berat lagi.

Maka dimulailah proses hukuman tersebut., dimasukkanlah buah duku yang pertama :

1…. Ia menjerit kesakitan, 2…. Ia menjerit lagi , 3…. Demikian seterusnya..

Sampai pada jeritan ke 9 ia tertawa keras sekali…

Hahahahahaa…….

Demikian ia tertawa.. sang polisi yang masih keheranan pun bertanya ;

Polisi : hey ,mengapa engkau tertawa,apakah hukuman ini terasa lucu untukmu?

Tukang duku : ……. (sambil tak kuasa menahan tawa) , bukan pak,bukan sama sekali…

saya hanya merasa geli……..karena barusan saya melihat tukang duren lewat dibelakang bapak…